Friday, 29 May 2020
FokusNews

Helmy Yahya Dipecat, Dewan Pengawas Singgung Liga Inggris dan Discovery Channel

Tayangan Liga Inggris disebut tidak sesuai dengan jati diri bangsa

HELMI Yahya dipecat, Dewan Pengawas TVRI singgung Liga Inggris dan Discovery Channel.
HELMY Yahya dipecat, Dewan Pengawas TVRI singgung Liga Inggris dan Discovery Channel.

FORSATER.com – Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dipecat, Dewan Pengawas TVRI singgung soal Liga Inggris dan Discovery Channel. Dewan Pengawas TVRI menilai tayangan Liga Inggris yang hak siarnya dibeli Helmy Yahya saat menjabat Direktur Utama tidak sesuai dengan jati diri bangsa.

BACA JUGA:
» Liga Inggris di TVRI Tidak Diacak Biss Key
» TVRI Resmi Kantongi Hak Siar Liga Inggris 2019/2020

Ketua Dewan Pengawas TVRI, Arief Hidayat Thamrin mengatakan, TVRI semestinya memberikan tayangan edukatif yang memiliki nilai-nilai keindonesiaan.

“Tupoksi TVRI sesuai visi misi TVRI adalah televisi publik. Kami bukan swasta, jadi yang paling utama adalah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa. Prioritas programnya juga seperti itu. Realisasinya sekarang kita nonton Liga Inggris,” ujar Arief dalam rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020) seperti dilansir kompas.com.

Selain Liga Inggris, ia menyinggung soal tayangan Discovery Channel. Menurut Arief, masih banyak alternatif tayangan lain yang bisa disajikan TVRI kepada publik.

“Discovery Channel kita nonton buaya di Afrika, padahal buaya di Indonesia barangkali akan lebih baik,” ujar Arief. Dia menilai, banyak tayangan siaran asing di TVRI selama kepemimpinan Helmy Yahya.

Menurut Arief, hal ini disebabkan Helmy terlalu mengejar angka share dan rating. Helmy pun dianggap tak bekerja sesuai dengan visi dan misi TVRI. 

Padahal, kata Arief, TVRI merupakan saluran televisi publik sehingga berbeda dengan swasta. “Seolah-olah Direksi TVRI mengejar rating dan share seperti televisi swasta,” tuturnya.

Sebelumnya, Helmy Yahya yang dipecat, Dewan Pengawas singgung soal Liga Inggris dan Discovery Channel. Dewan Pengawas TVRI menyebutkan bahwa hak siar Liga Inggris berpotensi menimbulkan gagal bayar alias utang. Bahkan, menurut Anggota Dewas TVRI Pamungkas Trishadiatmoko, potensi utang tersebut mirip dengan krisis keuangan di PT Asuransi Jiwasraya.

“Saya akan sampaikan kenapa Liga Inggris itu menjadi salah satu pemicu gagal bayar ataupun munculnya utang skala kecil seperti Jiwasraya,” kata Moko dalam rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Moko menyampaikan, Helmy sempat mengatakan bahwa program Liga Inggris ditayangkan tanpa biaya. Namun, menurut dia, penayangan Liga Inggris berbiaya senilai Rp 126 miliar untuk kontrak tiga sesi, yaitu selama 2019-2022.

“Setiap sesi berbiaya 3 juta USD untuk 76 match atau senilai lebih dari Rp 552 juta per pertandingan,” ujar dia. “Kalau diekuivalen program rata-rata di TVRI yang disampaikan kepada kami 15 juta per episode. Ini bisa membiayai 37 episode atau dua bulan program lainnya,” kata Moko.

Helmy Yahya kemudian menjelaskan bahwa TVRI menayangkan Liga Inggris sebagai program unggulan.

“Semua stasiun di dunia ingin memiliki sebuah program killer content, monster content, atau locomotive content yang membuat orang menonton TVRI,” ujar Helmy Yahya dalam konferensi pers pada 17 Januari silam.

Dia mengatakan, dengan keterbatasan anggaran, TVRI berhasil mendapat hak siar Liga Inggris, yaitu bekerja sama dengan Mola TV.

Helmy Yahya memastikan bahwa hak siar Liga Inggris ini juga diketahui dan mendapat persetujuan dari Dewan Pengawas TVRI. Sedangkan, Direktur Program dan Pemberitaan TVRI Apni Jaya Putra menjelaskan, secara administratif, Liga Inggris dilaporkan kepada Dewan Pengawas TVRI pada 17 Juli 2019.

Laporan disampaikan dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Arif Thamrin yang juga dihadiri seluruh jajaran direksi TVRI.

(kompas.com/adm)

Baca juga:  Helmy Yahya Dipecat, Kain Hitam Selimuti Gedung TVRI

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Iman Brotoseno, Direktur Utama Baru TVRI pengganti Helmy Yahya.
Mengenal Iman Brotoseno, Direktur Utama Baru TVRI Pengganti Helmy Yahya
Internet Super Cepat Berbasis Satelit
Akhir Tahun ini, Internet Super Cepat 1 GBPs Berbiaya Murah Berbasis Satelit Bisa Dinikmati
Inilah 31 Anak Peserta Hafiz Indonesia RCTI 2020
Inilah 31 Anak Peserta Hafiz Indonesia RCTI 2020
Ternyata Puing Satelit Nusantara Dua Jatuh di Negara Ini 1
Puing Satelit Nusantara Dua Jatuh di Negara Ini
Jadwal Siaran Langsung Sepakbola di Parabola
Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Jum’at (19/09/2019) sampai Senin (19/09/2019) di Parabola
Siaran Alternatif Liga Champions 2019-2020 di Parabola
Siaran Alternatif Kualifikasi Piala Dunia Indonesia vs Thailand di Parabola
Siaran Alternatif Kualifikasi Piala Dunia Indonesia vs Thailand di Parabola
Siaran Alternatif Indonesia vs Malaysia
Siaran Alternatif Indonesia vs Malaysia di Parabola
Daftar Siaran Televisi di Satelit Telkom 4
Daftar Siaran Televisi di Satelit Telkom 4 (108.0°E)
Frekuensi SCTV dan Indosiar Terbaru di Satelit Telkom 4
Frekuensi SCTV dan Indosiar Terbaru di Satelit Telkom 4
Frekuensi Terbaru Trans7 di Satelit Telkom 4
Frekuensi Terbaru Trans7 di Satelit Telkom 4
Inilah Frekuensi MPEG-2 Siaran RCTI, Global TV dan MNCTV
Frekuensi Mola Sports di Parabola
Frekuensi Mola Sports di Parabola
RTM TV 1, salah satu siaran milik Kerajaan Malaysia yang berada di satelit Measat 3A. (Dok. FORSATER.com)
Frekuensi RTM TV 1 dan TV 2 Malaysia Terbaru
RCTI, MNCTV dan GTV Diacak Setiap Pukul 18:00 WIB
RCTI, MNCTV dan GTV Diacak Setiap Pukul 18:00 WIB
Frekuensi Terbaru CTN, CNC dan MyTV Kamboja
Frekuensi CTN CNC dan MyTV Kamboja Terbaru
BigTV tutup
Giliran BiGTV Berhenti Siaran
Topas TV Berhenti Siaran
Waduh! Topas TV Berhenti Siaran
Daftar Siaran dan Frekuensi NEX Parabola
Daftar Siaran dan Frekuensi NEX Parabola
SCTV dan Indosiar di Ninmedia Hilang
SCTV dan Indosiar di Ninmedia Hilang? Ini Solusinya
Cara Termurah Nonton RCTI GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Termurah Nonton RCTI, GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Nonton RCTI, MNCTV dan GlobalTV yang Diacak
Siaran TV Alternatif Nonton Piala AFF 2018 di Parabola
Siaran TV Alternatif Nonton Piala AFF 2018 di Parabola
PSSI Anniversary U-19 Tournament di RCTI dan INewsTV Diacak, Ini Solusinya