Saturday, 08 May 2021
FokusNews

Akhirnya, Satelit BRIsat Berhasil Diluncurkan

Satelit BRIsat Berhasil Diluncurkan
Detik-detik peluncuran satelit BRIsat di Guiana Space Center, Kourou, French Guiana, Amerika Selatan, Ahad (19/06/2016) WIB.

FORSATER.com – Setelah tertunda tiga kali, satelit BRISAT akhirnya berhasil diluncurkan, Sabtu (18/06/2016) tepat pukul 18.39 waktu Guyana atau Ahad (19/06/2016) pukul 04.39 WIB. Satelit BRIsat bersama dengan satelit EchostarXVIII berhasil meluncur ke angkasa dibawa roket Ariane 5 milik Arianespace.

Dengan kecepatan 10 km per jam, Ariana 5 mencapai ketinggian 35.800 km dalam tempo 42 menit, membawa 6,3 ton satelit Echostar XVIII dan 3,5 ton BRIsat. Ditambah Bahan bakar dan berat roket, total beban Ariane 5 mencapai 780 ton.

“Tiada kata lain selain syukur. Kita bersyukur karena BRIsat sukses diluncurkan setelah tertunda tiga kali,” kata Dirut BRI Asmawi Syam sesaat usai peluncuran berhasil dilakukan.

Peluncuran satelit senilai Rp 3,4 triliun ini terlaksana setelah sempat tertunda tiga kali karena berbagai kendala teknis dan cuaca. Kehadiran satelit ini menjadi tonggak baru dalam sejarah perbankan Indonesia dan juga dunia karena BRI menjadi satu-satunya bank atau lembaga keuangan di dunia yang memiliki satelit sendiri.

BRIsat dibawa oleh roket Ariane 5 milik Arianespace, Prancis, yang juga menggendong Echostar XVIII, satelit milik perusahaan TV asal AS, menuju posisi orbit di slot 150,5 E dari Kourou, Guyana.

Panjang roket Ariane 5 adalah 54,8 meter, dengan total berat mencapai 780 ton, termasuk di dalamnya 6,3 ton berat satelit Echostar XVIII yang berada di pucuk roket dan 3,5 ton berat BRIsat yang berada di bawah Echostar XVIII.

Satelit BRIsat menggunakan bus tipe SSL 1.300 berbentuk silinder berdiameter 122 inci. Tanpa bahan bakar, berat BRIsat 1.872 kg, sedang dengan bahan bakar, beratnya mencapai 3.549 kg atau 3,5 ton. BRIsat memuat 36 transponder dalam frekuensi C-band lebar, frekuensi 36 MHz, dan 9 transponder K-band dengan lebar frekuensi 72 MHz per transponder. Total bidang frekuensi yang dugunakan BRIsat untuk C-band selebar 800 Mhz dan Ku-band selebar 720 MHz.

Baca juga:  Ada Keanehan, BRIsat Batal Meluncur

BRIsat diproduksi oleh Space System/Local (SS)/L, AS. Setelah diluncurkan, BRIsat akan berada di 150,5 E Geostasioner orbit di 36.000 km di atas ekuator. Slot 150,5 E berada di atas langit Papua. Antena V-sat yang digunakan BRI akan diarahkan ke ujung timur Indonesia.

Proses peluncuran hingga pemisahan satelit memakan waktu 35 menit. Setelah berada di posisi orbit geostasioner, BRIsat akan melewati proses uji-coba, paling lama 60 hari, untuk memastikan semua fungsi berjalan dengan baik. Setelah itu, satelit BRIsat mulai berfungsi sebagai satelit komunikasi.

Peluncuran BRIsat sudah sempat tiga kali tertunda. Pada jadwal awal, rencananya BRIsat akan diluncurkan pada 9 Juni. Akan tetapi, terjadi masalah teknis. Penundaan terjadi karena adanya gangguan di koneksi umbilical dengan bagian atas peluncur. Sehingga, pihak Arianespace menjadwalkan ulang peluncuran BRIsat pada 16 Juni.

Lagi-lagi, Arianespace menemukan adanya gangguan koneksi bagian atas peluncur membuat manajemen Arianespace segera memperbaiki dan membutuhkan waktu setidaknya 24 jam untuk memastikan seluruh fungsi berjalan dengan baik. Akibatnya, peluncuran BRIsat ditunda menjadi 18 Juni.

Pada 18 Juni, roket peluncur BRIsat sudah standby, namun terkendala akibat terjadi cuaca buruk di lokasi peluncuran roket. Sehingga sampai lah hari ini BRIsat akhirnya diluncurkan dengan lancar.

Satelit memerlukan waktu 12 hari untuk sampai pada orbitnya di 150,5 derajat Bujur Timur (BT) atau tepat di atas langit Papua. Selama proses peluncuran hingga mencapai orbit, yang bertanggung jawab atas satelit adalah pihak Space System Loral (SSL). Jika sudah sampai di langit Papua dan berjalan lancar, satelit akan di serahkan ke pihak BRI.

Adapun besaran investasi BRIsat ini menelan biaya Rp3,375 triliun dengan masa pakai satelit mencapai 15 hingga 17 tahun.

Baca juga:  Satelit 'Buatan Bogor' Sukses Mengudara

BRIsat nantinya akan mendukung jaringan BRI yang sampai Maret 2016 tercatat sebesar 10.612 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan ini, mayoritas adalah berupa BRI Unit dan Teras BRI yang masing-masing sebesar 5.360 unit dan 2.543 unit. Selain itu, BRIsat juga akan mendukung e-channel BRI, terutama 22.792 unit ATM dan 213.198 unit EDC.

BRIsat juga akan memanfaatkan posisi 151,5 BT dengan menggunakan dua frekuensi, yaitu C band dan KU band. C band akan digunakan untuk transaksi keuangan dan KU Bank untuk komunikasi nonkeuangan. Nantinya tidak semua transponder akan digunakan oleh BRI. Dari 45 transponder, empat transponder akan disewakan ke pemerintah dan 41 transponder akan dipakai BRI sendiri. (bs/oz/sc)

Leave a Reply

Pangsa Pemirsa Prime Time RCTI Lebih Unggul Dibandingkan Gabungan 6 TV Sekaligus
Wow! Pangsa Pemirsa Prime Time RCTI Lebih Unggul Dibandingkan Gabungan 6 TV Sekaligus
Ada TransTV, RCTI hingga tvOne, Ini Pemenang Slot TV Digital
Ada TransTV, RCTI hingga tvOne, Ini Pemenang Slot TV Digital
Fox Sports dan Fox Movies berhenti tayang per 1 Oktober 2021.
Fox Sports dan Fox Movies Berhenti Tayang Per 1 Oktober 2021
Siarkan RCTI, MNCTV dan GTV Tanpa Izin, K Vision laporkan TV kabel Rafi Vision
Siarkan RCTI, MNCTV dan GTV Tanpa Izin, K-Vision Laporkan TV Kabel Rafi Vision
Jadwal Siaran Langsung Sepakbola di Parabola
Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Jum’at (19/09/2019) sampai Senin (19/09/2019) di Parabola
Siaran Alternatif Liga Champions 2019-2020 di Parabola
Siaran Alternatif Kualifikasi Piala Dunia Indonesia vs Thailand di Parabola
Siaran Alternatif Kualifikasi Piala Dunia Indonesia vs Thailand di Parabola
Siaran Alternatif Indonesia vs Malaysia
Siaran Alternatif Indonesia vs Malaysia di Parabola
Daftar Siaran Televisi di Satelit Telkom 4
Daftar Siaran Televisi di Satelit Telkom 4 (108.0°E)
Frekuensi SCTV dan Indosiar Terbaru di Satelit Telkom 4
Frekuensi SCTV dan Indosiar Terbaru di Satelit Telkom 4
Inilah Frekuensi MPEG-2 Siaran RCTI, Global TV dan MNCTV
Frekuensi Terbaru RCTI, Global TV, MNCTV dan iNewsTV
Frekuensi Siaran TV Makkah dan Madinah di Parabola
Frekuensi Siaran TV Makkah dan Madinah di Parabola
Frekuensi Terbaru TransTV dan Trans7 di Telkom 4
Frekuensi Terbaru TransTV dan Trans7 di Telkom 4
SCTV dan Indosiar Hilang, Ini Solusinya
SCTV dan Indosiar Hilang, Ini Frekuensi Terbaru
Frekuensi Ajwa TV
Frekuensi Ajwa TV, Channel Islami “Adiknya” Indosiar dan SCTV
Frekuensi K Vision di Telkom 4
Frekuensi K Vision di Telkom 4
BigTV tutup
Giliran BiGTV Berhenti Siaran
Topas TV Berhenti Siaran
Waduh! Topas TV Berhenti Siaran
Daftar Siaran dan Frekuensi NEX Parabola
Daftar Siaran dan Frekuensi NEX Parabola
Daftar Siaran Televisi di Satelit Telkom 4
Cara Mudah Mendapatkan Satelit Telkom 4
Cara Menambah Siaran TV dan FEED di Parabola bagi Pemula 9
Cara Mencari SCTV dan Indosiar di Parabola bagi Pemula
Cara Termurah Nonton RCTI GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Termurah Nonton RCTI, GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Nonton RCTI, MNCTV dan GlobalTV yang Diacak