Please assign a menu to the primary menu location under menu

Wednesday, 19 January 2022
FokusNews

Hary Tanoe Resmi Kuasai 100 Persen Saham K-Vision

Hary Tanoe Resmi Kuasai 100% Saham K-Vision
Hary Tanoe resmi kuasai 100 persen saham K-Vision.

FORSATER.com – Emiten milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) mengumumkan telah menyelesaikan pembelian 20 persen saham K-Vision. Dengan mengakuisisi 20 persen sisa kepemilikan K-Vision tersebut, maka perusahaan milik Hary Tanoe tersebut resmi kuasai 100 persen saham K-Vision.

BACA JUGA:
» Data Teknisi Parabola se-Indonesia
» Cara Nonton Piala Menpora di Parabola
» SCTV dan Indosiar Hilang, Ini Solusinya
» Cara Nonton RCTI, MNCTV dan GlobalTV yang Diacak

“Dengan demikian, MVN dengan kode saham IPTV memiliki 100 persen saham K-Vision terhitung sejak hari ini,” kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, dalam keterangan resmi manajemen IPTV, dikutip Jumat (26/03/2021).

K-Vision adalah perusahaan Layanan TV kabel berlangganan DTH (pra-bayar) yang menggunakan teknologi KU-Band di Indonesia dengan total pelanggan lebih dari 6 juta pada pertengahan Maret, terus bertumbuh pada tingkat 10.000-12.000 pelanggan baru setiap hari.

Pada awalnya, K-Vision dimiliki oleh Kompas Gramedia pada 2014-2018 kemudian beralih dimiliki Keluarga Oetama pada periode 2018-2019. Setelah itu diakuisisi oleh MNC Vision Networks pada pertengahan tahun 2019.

Sebelum akuisisi awal K-Vision pada bulan Juli 2019, basis pelanggannya hanya kurang dari 100.000. Pasca akuisisi, IPTV meningkatkan katalog kontennya, menambahkan 4 Free-To-Air nasional MNC Media, yaitu RCTI, MNCTV, GTV, dan iNews, serta 13 saluran lokal berbayar.

“Dengan peningkatan tersebut, K-Vision memperoleh pertumbuhan pelanggan yang cepat hingga lebih dari 6 juta pelanggan saat ini, yang merupakan pertumbuhan pelanggan sekitar 60x hanya dalam 20 bulan,” kata Hary.

Hal tersebut, lanjutnya, menunjukkan seberapa dominan konten MNC Media dan bagaimana konten MNC Media sangat diminati di pasar. Dia mengatakan, pandemi ini telah mengubah pola aktivitas orang untuk lebih banyak tinggal di rumah yang memungkinkan K-Vision mengalami pertumbuhan pelanggan yang luar biasa selama periode tersebut.

Baca juga:  Stasiun TV Pemegang Hak Siar Resmi Copa America 2016

Pada Januari, K-Vision mencatatkan pelanggan baru sebanyak 514.000 dalam sebulan. Mengingat pertumbuhan akuisisi harian 10.000-12.000 pelanggan, maka diperkirakan, pelanggan K-Vision diproyeksikan mencapai 9 juta pada 2021 dan lebih dari 12 juta pada tahun 2022.

Di pasar modal, saham IPTV naik 3,12 persen di level Rp 264/saham dengan nilai transaksi Rp 3,65 miliar dan volume perdagangan 14,17 juta saham. Sebulan saham IPTV yang masuk Grup MNC Media ini minus 8,39 persen dan year to date turun 20 persen.

Pekan ini, manajemen IPTV juga menyampaikan bahwa anak usaha perusahaan, PT Asia Vision Network (AVN) resmi melakukan penggabungan usaha atau merger dengan Malacca Straits Acquisition Company Limited (MLAC), perusahaan cek kosong atau Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang tercatat di Bursa Nasdaq AS dengan kode saham MLAC.

Kedua perusahaan telah sepakat menandatangani perjanjian mengenai rencana merger tersebut.

Dalam keterangan resmi IPTV, disebutkan dengan merger ini, diperkirakan nilai proforma perusahaan akan mencapai sebesar US$ 573 juta atau setara dengan Rp 8,02 triliun dengan asumsi kurs rata-rata Rp 14.000 per US$.

Setelah merger, AVN bekerjasama dengan Malacca Straits dengan maksud untuk mendaftarkan AVN di Bursa Nasdaq.

Dengan mencatatkan saham di Nasdaq, maka akan memberikan akses investor global ke OTT tercepat dan bisnis streaming di Indonesia, di mana investor akan menghargai profil pertumbuhan AVN.

“Kombinasi bisnis tersebut akan menghasilkan sekitar US$ 135 juta dari hasil bersih ke neraca AVN,” kata Hary Tanoesoedibjo.

(cnbcindonesia)

Leave a Reply

RCTI ditutup di platform selain MNC Group.
RCTI Ditutup di Platform Selain MNC Group
TVRI Tolak Tayangkan Film Pengkhianatan G30S PKI
TVRI Tolak Tayangkan Film Pengkhianatan G30S/PKI, Ini Alasannya
MNC Grup Gugat PSSI Hingga Mediatama Televisi Rp1 Triliun Soal Hak Siar Liga 1
MNC Grup Gugat PSSI Hingga Mediatama Televisi Rp1 Triliun Soal Hak Siar Liga 1
Olimpiade 2020 di TV Diacak
Olimpiade 2020 di TV Diacak
Jadwal Lengkap AFF Cup 2020 di TV
Jadwal Lengkap AFF Cup 2020 di TV
Siaran TV Siarkan Final Copa America 2021 Brazil vs Argentina di Parabola
Siaran TV Siarkan Final Copa America 2021 Brazil vs Argentina di Parabola
Siaran TV Siarkan Final EURO 2020 Italia vs Inggris di Parabola
Siaran TV Siarkan Final EURO 2020 Italia vs Inggris di Parabola
Jadwal siaran TV perempat-final EURO 2020 di parabola.
Jadwal TV Perempat-Final EURO 2020 di Parabola
Frekuensi Terbaru TVRI Nasional.
Frekuensi Terbaru TVRI Nasional
Frekuensi NBT Thailand di Parabola
Frekuensi NBT Thailand di Parabola
Frekuensi Siaran TV Makkah dan Madinah di Parabola
Frekuensi Siaran TV Makkah dan Madinah di Parabola
Frekuensi Terbaru TransTV dan Trans7 di Telkom 4
Frekuensi Terbaru TransTV dan Trans7 di Telkom 4
Siaran TV Alternatif siarkan MotoGP
Siaran TV Alternatif Siarkan MotoGP
RCTI, MNCTV dan GTV Diacak Setiap Pukul 18:00 WIB
RCTI, MNCTV dan GTV Diacak Setiap Pukul 18:00 WIB
Survei Indikator: tvOne Stasiun Televisi Paling Dipercaya
Survei Indikator: tvOne Stasiun Televisi Paling Dipercaya
Frekuensi Terbaru Trans7 di Satelit Telkom 4
Frekuensi Terbaru Trans7 SD dan Trans7 HD di Satelit Telkom 4
Daftar Siaran dan Frekuensi NEX Parabola
Frekuensi Nex Parabola Terbaru
Frekuensi K Vision di Telkom 4
Frekuensi K Vision di Telkom 4
BigTV tutup
Giliran BiGTV Berhenti Siaran
Topas TV Berhenti Siaran
Waduh! Topas TV Berhenti Siaran
Daftar Siaran Televisi di Satelit Telkom 4
Cara Mudah Mendapatkan Satelit Telkom 4
Cara Menambah Siaran TV dan FEED di Parabola bagi Pemula 9
Cara Mencari SCTV dan Indosiar di Parabola bagi Pemula
Cara Termurah Nonton RCTI GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Termurah Nonton RCTI, GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Nonton RCTI, MNCTV dan GlobalTV yang Diacak