Wednesday, 21 April 2021
News

Satelit Satria 1 Pakai Orbit 146°BT

Satelit Satria 1 Pakai Orbit 146°BT
Satelit Satria 1 pakai orbit 146°BT. (Dok. alamy)

FORSATER.com – Satelit satria 1 pakai slot orbit 146°BT. Nasib slot orbit 146°bujur timur (BT) yang akan digunakan oleh Satelit Multifungsi Satria 1 dinilai tidak akan seperti slot 123°BT kendati memiliki sistem mitigasi risiko yang lebih baik.

BACA JUGA:
» Satelit Satria 1 Diproduksi di Prancis dan Meluncur 2023
» Data Teknisi Parabola se-Indonesia
» Cara Nonton Piala Menpora di Parabola
» Cara Nonton RCTI, MNCTV dan GlobalTV yang Diacak

Anggota Dewan Profesi dan Asosiasi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kanaka Hidayat mengatakan risiko pemerintah kehilangan slot orbit 146°BT lebih kecil, dibandingkan kehilangan slot 123°BT. Pemerintah dinilai telah memiliki sejumlah langkah untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

“Alasannya, proyek ditanggung pemerintah, sehingga kemungkinan tidak berlanjut jauh lebih kecil karena kebutuhannya sudah jelas untuk program USO [universal service obligation] dan program pemerintah lainnya,” kata Kanaka kepada bisnis.com, Senin (01/03/2021).

Di samping itu, lanjut Kanaka, slot orbit 146°BT juga memiliki filing satelit cadangan, yang dapat diaktifkan jika terjadi suatu hal yang menyebabkan masa berlakunya tidak terpenuhi. Alasan lainnya, pemerintah memiliki rencana cadangan berupa pemanfaatan satelit sementara untuk mengisi orbit (satelit floater) – dengan karakteristik pancaran yang sama- yang diluncurkan sebelum masa berlaku slot orbit habis.

“Memang opsi ini [satelit sementara] menambah biaya, tetapi memastikan slot orbit tidak hilang,” kata Kanaka. Berdasarkan informasi yang diterima Bisnis.com, untuk mengorbitkan satelit floater dibutuhkan dana yang beragam tergantung frekuensi dan berapa lama satelit floater mengorbit. Umumnya dana yang dikeluarkan tidak kurang dari US$10juta untuk 3 bulan.

Dengan dana yang besar tersebut, maka permohonan perpanjangan izin penggunaan slot orbit satelit menjadi langkah yang paling murah untuk menjaga slot orbit satelit.

Baca juga:  Satelit Satria 1 Diproduksi di Prancis dan Meluncur 2023

Sebelumya, Persatuan Telekomunikasi Internasional atau International Telecommunication Union (ITU) meminta pemerintah Indonesia untuk memenuhi sejumlah dokumen sebagai syarat perpanjangan tenggat peluncuran satelit Satria 1.

Beberapa dokumen yang diminta a.l. surat dari pabrikan, revisi rencana implementasi, status pabrikasi satelit, dan lain sebagainya. Perpanjangan tenggat waktu peluncuran dibutuhkan untuk memastikan slot orbit tempat satelit berlabuh nantinya. Slot orbit terbatas sedangkan satelit yang ingin meluncur sangat banyak, sehingga terjadi antrean.

Satelit Multifungsi Satria 1 diklaim memiliki total kapasitas transmisi satelit sebesar 150 GB per detik untuk melayani 150.000 titik layanan publik. Dengan total itu, akan terdapat 150.000 titik layanan publik yang mendapatkan akses internet dengan koneksi sebesar 1 Mbps.

Adapun 150.000 titik layanan publik tersebut terdiri dari 3.700 fasilitas kesehatan; 93.900 sekolah dan pesantren; 47.900 kantor desa dan kelurahan; dan 4.500 titik layanan publik lainnya. Alhasil daerah 3T yang sebelumnya tidak tersentuh internet menjadi kota terdepan yang memiliki jaringan internet.

(teknologi.bisnis.com)

Leave a Reply

KPID Adukan TV Kabel Ilegal
KPID Adukan TV Kabel Ilegal ke Kapolda
MNC, EMTK, Trans dan Bakrie Berebut Slot TV Digital di 22 Provinsi
MNC, EMTK, Trans dan Bakrie Berebut Slot TV Digital di 22 Provinsi
Parabola Dilarang di Myanmar
Waduh! Parabola Dilarang di Myanmar
Siarkan Konten Mola Tanpa Izin, Dua Pengelola TV Kabel Jadi Tersangka
Siarkan Konten Mola TV Tanpa Izin, Dua Pengelola TV Kabel Jadi Tersangka
Jadwal Siaran Langsung Sepakbola di Parabola
Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Jum’at (19/09/2019) sampai Senin (19/09/2019) di Parabola
Siaran Alternatif Liga Champions 2019-2020 di Parabola
Siaran Alternatif Kualifikasi Piala Dunia Indonesia vs Thailand di Parabola
Siaran Alternatif Kualifikasi Piala Dunia Indonesia vs Thailand di Parabola
Siaran Alternatif Indonesia vs Malaysia
Siaran Alternatif Indonesia vs Malaysia di Parabola
Daftar Siaran Televisi di Satelit Telkom 4
Daftar Siaran Televisi di Satelit Telkom 4 (108.0°E)
Frekuensi SCTV dan Indosiar Terbaru di Satelit Telkom 4
Frekuensi SCTV dan Indosiar Terbaru di Satelit Telkom 4
Inilah Frekuensi MPEG-2 Siaran RCTI, Global TV dan MNCTV
Frekuensi Terbaru RCTI, Global TV, MNCTV dan iNewsTV
Frekuensi Siaran TV Makkah dan Madinah di Parabola
Frekuensi Siaran TV Makkah dan Madinah di Parabola
Frekuensi Terbaru TransTV dan Trans7 di Telkom 4
Frekuensi Terbaru TransTV dan Trans7 di Telkom 4
SCTV dan Indosiar Hilang, Ini Solusinya
SCTV dan Indosiar Hilang, Ini Frekuensi Terbaru
Frekuensi Ajwa TV
Frekuensi Ajwa TV, Channel Islami “Adiknya” Indosiar dan SCTV
Frekuensi K Vision di Telkom 4
Frekuensi K Vision di Telkom 4
BigTV tutup
Giliran BiGTV Berhenti Siaran
Topas TV Berhenti Siaran
Waduh! Topas TV Berhenti Siaran
Daftar Siaran dan Frekuensi NEX Parabola
Daftar Siaran dan Frekuensi NEX Parabola
Daftar Siaran Televisi di Satelit Telkom 4
Cara Mudah Mendapatkan Satelit Telkom 4
Cara Menambah Siaran TV dan FEED di Parabola bagi Pemula 9
Cara Mencari SCTV dan Indosiar di Parabola bagi Pemula
Cara Termurah Nonton RCTI GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Termurah Nonton RCTI, GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Nonton RCTI, MNCTV dan GlobalTV yang Diacak