FORSATER.com – Iklan Partai Perindo memang paling sering terlihat di televisi. Apalagi yang biasa nonton di RCTI, Global TV dan MNC TV. Tak sedikit anak-anak hingga orang dewasa hafal dengan Mars Partai Perindo lantaran seringnya iklan partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini muncul di televisi.
BACA JUGA: Jokowi atau Prabowo: Siapa Paling Banyak Iklan di Televisi?
Selain itu, iklan yang juga sukses mencuri perhatian khalayak ramai adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bahkan, tak jarang kata “udah-udah,” yang diucapkan Grace Natalie di iklan partai yang menyasar milenial ini diplesetkan para pengguna media sosial.
Ternyata, dibalik seringnya iklan kedua partai ini muncul di televisi menempatkan keduanya sebagai partai politik yang paling dalam merogoh kocek untuk membiayai belanja iklan di televisi.
Portal berita bisnis.com mengutip data Adstensity yang dipaparkan PT. Sigi Kaca Pariwara, ada beberapa partai politik yang baru yang cukup banyak mengeluarkan dana untuk belanja iklan seperti Perindo, PSI, Partai Garuda, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Perindo sebagai partai politik baru mendominasi belanja iklan dalam pemilu tahun ini. Setidaknya, partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu menggelontorkan dana Rp82,73 miliar untuk belanja iklan.
Perindo mengeluarkan sebagian besar belanja iklannya untuk tiga stasiun televisi yang tergabung di grup MNC yaitu RCTI, MNC TV, dan Global TV. Nyaris setengah dari pemasukan RCTI dari iklan partai politik, yaitu Rp31 miliar, berasal dari Perindo.
PSI ada di urutan kedua untuk belanja iklan terbanyak. Total belanja iklan parpol milenial yang dipimpin Grace Natalie pada kampanye terbuka tahun ini mencapai Rp42,83 miliar. Dua televisi dari grup Emtek, yaitu SCTV dan Indosiar, menjadi tujuan utama belanja iklan televisi PSI yaitu lebih dari Rp9,4 miliar masing-masing.
Sementara itu, untuk Partai Garuda dan PKPI masing-masing sebanyak Rp22,50 miliar dan Rp15,07 miliar.
A.Sapto Anggoro, CEO PT Sigi Kaca Pariwara, memaparkan dalam laporannya bahwa total belanja iklan di 13 stasiun televisi nasional pada kampanye terbuka mencapai Rp602,98 miliar dengan total 14.234 iklan.
Besarnya pencapaian belanja iklan itu terdiri dari belanja iklan untuk pasangan capres dan cawapres yang mencapai Rp165,36 miliar, dengan rincian pasangan Joko Widodo–Ma’ruf Amin Rp89,27 miliar dan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno Rp76,09 miliar, serta belanja iklan untuk partai politik senilai Rp437,62 miliar.
Namun, besarnya biaya iklan ternyata tidak menjamin parpol akan dipilih masyarakat luas. Nyatanya parpol tersebut terancam gagal masuk ke Senayan, seperti Partai Perindo, PSI, Partai Garuda dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Berikut rincian belanja iklan sejumlah partai baru, namun terancam tidak lolos ke Senayan seperti dilansir brilio.net.
1. Perindo
Total perolehan suara Partai Perindo berkisar antara 2,65 persen (Indo Barometer) hingga 2,95 persen (LSI Denny JA). Belanja iklan Partai perindo juga cukup banyak, mencapai Rp 82,73 miliar. Belanja iklan tersebut di stasiun TV antara lain:
RCTI: Total 276 iklan dan nilai belanja iklan Rp 31,04 miliar
MNC TV: Total 262 iklan dan nilai belanja iklan RP 20,16 miliar
Global TV: Total 261 iklan dengan nilai belanja iklan Rp 14,44 miliar
2. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Partai PSI juga tidak lolos ke Senayan berdasarkan hasil hitung cepat. Perolehan suaranya antara 1,82 persen Poltracking) hingga 2,35 persen (LSI Denny JA). Partai baru ini juga mengeluarkan biaya iklan kampanye yang besar. PSI paling banyak muncul di televisi sejumlah 1.277 iklan dengan total belanja Rp 42,84 miliar. Berikut belanja iklan kampanye PSI di televisi:
TransTV: Total 192 iklan dan nilai belanja iklan Rp 4,06 miliar
Trans7: Total 191 iklan dengan nilai belanja iklan Rp 4,36 miliar
Indosiar: Total 185 iklan dengan nilai belanja iklan Rp 9,81 miliar
3. Partai Hanura
Partai Hanura tidak lolos ke Senayan berdasarkan hasil hitung cepat. Adapun perolehan suaranya berkisar antara 1,64 persen (Poltracking) hingga 1,85 persen (LSI Denny JA). Partai Hanura meluncurkan 1.053 iklan dengan biaya total Rp 40,16 miliar. Biaya iklan yang cukup banyak ialah untuk iklan layar kaca yakni:
tvOne: Total 205 iklan dan nilai belanja iklan Rp 7,87 miliar
antv: Total 196 iklan dan nilai belanja iklan Rp 12,09 miliar
TVRI: Total 184 iklan dan nilai belanja iklan Rp 1,11 miliar
(isc/adm-01)